Translate

Selasa, 22 Februari 2011

Sahabatku itu lawanku

kisah ini bermula ketika ku jalani persahabatan dengan seorang kawan
 berinisial z. dia seorang wanita yang cukup unik.
jika orang seusianya lebih sering berbicara tentang fashion..
dia justru membicarakan apa yang orang lakukan
kadang mendengar ceritanya membuatku bosan atau justru tertawa.
karena apa yang seharusnya tak dicampurinya
dia justru ingin tahu
termasuk urusan pribadi ku.
serin gkali aku merasa bosan dan jenuh
namun itu semua tak mengurangi persahabatan yang telah kita jalin

dan hubungan kita mulai merenggan ketika kta masuk dalam sebuah pelayanan
aku ditunjuk sebagai salah satu pengurusnya
tapi dia yang sudah lebih la masuk justru tak dipilih
memang hal itu membuat aku senang tapi disitulah masalahnya.

aku tak menyadari bahwa dia mulai membenciku
suatu hari ketika aku dan teman yang lain mengikuti sebuah tes untuk mendapatkan beasiswa kuliah
termasuk "z" aku berhasil lolos sampai tahap wawancara namun aku tidak jadi mendaftar ke perguruan tinggi.

ayahku mengusulkan kuliah tempatnya bekerja, dengan besiswa keringanan
aku akhirnya diterima diperguruan tinggi tersebut.
pantas saja aku merasa bahagia, tetapi juga sedih tak dapat merantau.

hari-hari baru dengan status baru menyibukkanku untuk bersosialisasi di tempat kuliah. dan tanpa sadar aku meninggalkan teman-teman lama yang selalu mensuportku. terasuk juga pelayananku.
disana perubahan terjadi.
ketika aku sedang mengikuti kegiatan digereja dengan canda tawa, aku sadar bahwa ada teman-temanku yang mulai menjauh. cara bicara mereka sungguh membuat hati sakit.

usut punya usust ternyata faktonya adalah kaena aku kuliah.
lalu apa salahnya dengan kuliah. bukankah semua itu harus disyukuri.
aku sempat menelidikanya ternya aku difitnah menghina temaku yang kuliah D1
apa salahnya dengan D1 toh semua pendidikan sama saja ketika kita tak dapat menggunakan ilmu itu?
au sadari aku tak dapat diam secara berlarut aku mulai mengakrabkan diri dengan mereka seolah akubaru kenal mereka.
memang itu cukup sulit, aku juga tak suka untukberadu mulut. lalu apa yang harus kulakukan selanjutnya????

bersambung...

1 komentar: