Translate

Selasa, 21 Juni 2016

Al-Kisah 1

Sebuah kisah merupakan bagian dari banyak kisah yang ada didunia. Setiap insan didunia ini memiliki kisahnya masing - masing. Entah kisah sedih, bahagia maupun membosankan terlihat dari bagaimana insan itu meresponnya. Entah kebetulan atau disengaja, setiap kisah sering kali berkaitan dengan kisah insan lain didunia ini. Kisah yang kutulis ini, bukanlah kisah nyata yang dialami setiap orang, karenanya jika terdapat kesamaan latar, tokoh, atau hal lainnya kami mohon maaf. Karna kisah ini hanyalah sebuah khayalan dari sebuah pemikiran.


Part 1
Dalam sebuah kisah, sering kali ada percakapan latar dan lainnya, tapi tidak untuk yang satu ini. Dimana tepatnya ini terjadi, maka hanyalah hasil dari pemikiran kami ini yang mampu mengilustrasikannya.
Berpindah ke lingkungan dan kota yang baru, merupakan hal yang cukup sulit bagiku. harus menyesuaikan kembali dengan lingkungan yang baru, dan cara hidup yang baru membuat kami menjadi orang asing lagi.
ini adalah kesekian kalinya aku berpindah, entah sudah berapa kali aku berpindah - pindah tempat aku sudah tak ingin menghitungya lagi.
namaku Edner, tepatnya Glorisya Edner Cantika. aku pindah kekota ini bukan karna aku suka tempat ini sebelumnya, tapi aku harus mencari tempat keramaian dimana banyak orang tidak akan memperhatikanku. kembali mencari pekerjaan baru dan memulai hidup dari awal sudah seperti kebiasaan bagiku. kali ini aku harap tidak ada yang mengetahui keberadaanku di tempat ini.
pekerjaanku berada didalam kantor, berharap aku tidak akan berhubungan dengan banyak orang dari luar.
sudah tiga bulan aku berkerja, dan aku mulai merasa nyaman dengan semua kondisi ini. aku mulai memiliki beberapa teman, setidaknya itu yang harus aku lakukan untuk tetap sama seperti orang lain.
perjalanan dari kantor aku tempuh cukup dengan berjalan kaki dan naik bus umum. jadi aku tidak menempuh jarak yang jauh. tiga bulan ini aku merasa nyaman hingga sebuah kejadian membuatku dikenali banyak orang.

sepulang dari kerja pada malam hari aku naik bus sendiri seperti biasa, namun secara mendadak bus yang aku tumpangi berhenti secara mendadak dan aku pu terpaksa diperban pada bagian kepala serta lengan kiriku.

banyak polisi yang ada disana bahkan juga wartawan, aku mencoba untuk menghindar namun tetap tidak bisa, tubuhku lemas dan hanya bisa terdiam..

keesokan paginya aku berangkat bekerja seperti biasa, dengan kepala dan tangan yang di balut aku berangkat ke kantor. siang harinya ketika selesai waktu istirahat aku kembali ke meja kerjaku, belum senyap aku duduk, suara teriakan keras memanggilku, sesosok pria yang telah lama aku mengenalnya. sejenak suasana kantor menjadi tegang. aku menghampiri pria itu dan dengan sekejap dia menarik perban di kepalaku hingga aku terjatuh. dengan suara kerasnya dia meneriakiku dengan berbagai pertanyaan dan setiap orang akhirnya mengetahui bahwa aku sedang dalam masa pelarian untuk menghindar dari perjodohanku dari kerajaan lainnya